Kadang sewaktu kita masih berstatus single atau melajang, kita seakan tidak pernah mempermasalahkan kondisi keuangan kita. Ini bagi yang sudah bekerja dan bisa mencukupi kebutuhan dirinya saja, tapi bagi yang sudah menikah, kondisi keuangan keluarga seakan menjadi prioritas utama dimana perkaranya sudah dinomorsatukan dan juga berperan aktif dalam menopang kokohnya rumah tangga.
Banyak konflik yang terjadi dalam rumah tangga disebabkan kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil atau cenderung kurang. Seringnya, pihak suamilah yang sering menjadi kambing hitam dalam permasalahan ini. Bukan karena saya berstatus seorang suami loh ya.. tapi kadang sering adakalanya seorang istri tidak bersifat qona'ah dan menerima kondisi keuangan suami. Apalagi sumber keuangan tersebut hanya dari pihak suami saja, maka mungkin di satu sisi akan terasa berat permasalahan ini.